~ WELCOME to MY BLOG ~
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Saturday, March 26, 2011

Earth Hour: Mari Bersahabat dengan ALAM...

Manusia setiap hari mengalami pertambahan usia dan menua, begitu juga dengan bumi tempat kita hidup yang semakin menua. Ibarat manusia semakin tua semakin berkurang kondisi fisiknya, Bumi juga mengalami hal yang sama. maka dari itu sudah sepantasnya kita turut berperan serta dalam upaya menyelamatkan bumi walau pada akhirnya memang sudah ditakdirkan dan dipercayai oleh semua Agama, hari kiamat akan datang, namun upaya yang kita lakukan adalah untuk menjadikan bumi tempat yang nyaman untuk ditinggali sampai kiamat itu datang.

Seperti kutipan dari lirik lagi MJ yang berjudul "Heal The World" ...."Heal the world, make it a better place, For you and for me and the entire human race, There are, people dying, if you care enough for the living, Make a better place, for you and for me..." mari turut berperan serta terhadap upaya dalam menyelamatkan bumi. Umat Hindu di Bali setiap tahunnya melaksanakan NYEPI, sebuah tradisi yang hanya ada di Bali, Indonesia untuk menyambut datangnya tahun baru saka dengan mengistirahatkan alam dari segala bentuk aktivitas salah satunya adalah tidak menyalakan lampu dan berkendara yang berdasarkan riset berhasil mengurangi emisi cukup signifikan.


Begitu juga hari ini, setiap hari sabtu, minggu ketiga bulan maret setiap tahunnya dihimbau kepada seluruh masyarakat dunia untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak dipakai selama 1 jam pada pada pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat atau yang lebih dikenal dengan istilah Earth Hour. EARTH HOUR berawal dari kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Keberhasilan kampanye ini diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang sederhana sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik (sumber: www.earthhour.wwf.or.id)

Untuk itu mari kita berperan serta dalam kampanye ini, walaupun kecil tapi karena dilakukan banyak orang maka akan berpengaruh signifikan. Pada intinya, kampanye ini mengingatkan semua orang bahwa bergaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di EARTH HOUR saja, tetapi aksi kecil ini harus terus dibuktikan setiap hari untuk secara efektif mengurangi gas rumah kaca, dan diikuti dengan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti: menggunakan kendaraan umum atau bersepeda untuk bepergian, hemat air, menanam pohon, dan lain-lain. Mari kita bersahabat dengan alam dengan merubah gaya hidup yang selama ini menyakiti alam (bagi yang belum tentunya... hehe...).

Selengkapnya...

Friday, April 24, 2009

Merayakan "17 Agustus-an" di Belakang Padang

Belakang Padang adalah salah satu kecamatan di Kota Batam dan terpisah dari pulau batam itu sendiri tepatnya di sebelah barat Pulau batam dan dikelilingi oleh puluhan pulau-pulau kecil menjadikannya sebuah tempat yang pas buat berlibur melepas lelah setelah dipusingkan dengan urusan kantor. Walaupun merupakan pulau kecil, namun penduduk yang mendiami pulau ini sangat majemuk. Disana kita dapat menjumpai beberapa perkampungan yaitu kampung jawa, kampung bugis, kampung padang, dll

Pertama kali mendengar nama pulau itu adalah dari tetangga, yang juga ternyata setiap tahunnya pergi ke Belakang Padang untuk merayakan 17 Agustus-an. Pertama kali mendenganr itu, saya menjadi heran kenapa merayakan 17 Agustus-an di Belakang Padang??? katanya merayakan 17 Agustus-an di Belakang Padang sudah merupakan tradisi di daerah Batam, karena banyak kegiatan menarik yang diselenggarakan hanya pada 17 Agustus-an itu. ehhmmnn.. saya menjadi tertarik juga untuk merayakan 17 Agustus-an disana.

Akhirnya 17 Agustus 2008 kemarin, saya ikut dengan tetangga pergi ke Belakang Padang untuk 17-an disana. kebetulan tinggal di Sekupang, jadi perjalanannya tidak terlalu jauh. dari rumah menuju ke pelabuhan sekupang. ternyata memang benar, sampai di pelabuhan telah antri ratusan orang untuk pergi ke belakang padang. perjalanan ke belakang padang menggunakan perahu kecil menggunaka mesin yang disebut "Pancung". karena kecil, jadi Pancung hanya dapat mengangkut penumpang 8-10 orang.

Sampai di Belakang Padang, memang langsung tersuguhkan nuansa 17 Agustus yang begitu meriah. Masyarakat disana begitu antusias menyambut hari yang merupakan hari kemerdekaan Indonesia, sangat berbeda dengan antusias kebanyakan masyarakat kota menyambut hari kemerdekaan.

Setelah melihat langsung, kenapa ramai ternyata pada 17 Agustus-an tersebut banyak diselenggarakan perlombaan tradisional khas melayu seperti panjat pinang, tangkap bebek di laut, pacu sampan, lomba gasing, lomba dayung becak, dll yang tidak hanya diikuti oleh warga negara Indonesia, bahkan warga negara Singapura dan Malaysia pun ada yang mengikuti perlombaan ini. Sungguh merupakan sebuah tradisi unik yang harus tetap dijaga tidak luntur di zaman yang semakin modern ini. Terimakasih Pak Johan, atas pengalaman baru dan unik di Belakang Padang. 17 Agustus-an besok kita berangkat lagi ya...

Selengkapnya...

Wednesday, April 22, 2009

Nasib Bangunan yang Ditinggal Developernya???

Batam sebuah kota yang masih dalam tahap pengembangan, karena memang batam baru dikembangkan pada tahun 1970-an setelah pemerintah melihat potensi pulau batam yang berbatasan dengan Singapura. Dengan keunggulan posisi strategis inilah, dalm waktu yang singkat batam sudah berkembang dengan sangat pesat. dan dijadikan kawasan perdagangan bebas. Perkembangan dapat dilihat antara lain dengan banyaknya pendatang baru yang mencari penghidupan di pulau kecil ini, mungkin komposisi penduduk asli yaitu melayu dan batam sekitar 20-30% dan 70-80%. Sungguh batam merupakan primadona untuk mencari nafkah, karena memang dengan banyaknya industri yang berkembang di batam, menyerap tenaga kerja yang sedemikian besar.

Untuk mendukung batam, Pemerintah membangun berbagai infrastruktur modern di segala aspek kehidupan. baik dibangun oleh pemerintah maupun oleh para developer yang jeli melihat peluang yang ada di batam. Akhirnya kita semua dapat melihat kondisi batam seperti sekarang ini. ada kesuksesan tentu juga ada kegagalan. Tidak semua pembangunan yang dilakukan developer menuai sukses, ada beberapa bangunan yang sampai sekarang menjadi bangunan megah tak berpenghuni yang tentu saja merusak pemandangan kota batam karena tidak dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja

Ada beberapa bangunan di kota Batam, baik yang sudah jadi atau yang belum karena suatu penyebab menjadi bangunan mati. sungguh ironis, setelah mengeluarkan miliaran uang untuk membangun dan terjadi ketidaklancaran bisnis, bangunan megah tersebut ditinggal dan dibiarkan hingga kini. Bangunan yang ditinggal antara lain BIP sebelah awal bros, Menara Imperium, Bangunan belum jadi di samping hotel Swiss In, dll. Padahal bangunan tersebut memiliki lokasi yang strategis.

Yang menjadi pertanyaan saya disini adalah bagaimanakah status bangunan mati tersebut??? apakah akan dibiarkan begitu saja? setelah pertanyaan itu ada jawaban jelasnya mungkin pemko batam bisa mengambil langkah selanjutnya mau diapakan bangunan tersebut. Dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat? dirobohkan untuk perencanaan kedepannya? ato bagaimana??? ada nga ya yg bersedia menjawab pertanyaan ini... hehe...

Selengkapnya...

Tuesday, April 21, 2009

KTP Siak sebagai Cikal Bakal Citizen Serial Number

Pemilu legistaltif telah kita lewati bersama.Dibalik penyelenggaraan pemilu tahun ini terdapat banyak sekali permasalahan yang dihadapi baik oleh KPU, KPPS dan pemilih itu sendiri. Salah satu permasalah yang dianggap menjadi awal biang permasalahan adalah DPT atau Daftar Pemilih Tetap. Apa yang melatarbelakangi timbulnya masalah DPT tersebut??? tidak lain dan tidak bukan adalah masalah database kependudukan yang jauh dari akurat.

Database kependudukan yang dimiliki Indonesia diakui oleh pemerintah masih belum akurat dan akan secara bertahap diperbaiki untuk menghindari berbagai masalah yang berkaitan dengan database kependudukan seperti masalah DPT diatas dan juga BLT (bantuan langsung tunai). Tetapi pertanyaanya sekarang, kapan Indonesia akan memiliki database kependudukan yang akurat??? padahal sudah 63 tahun Indonesia merdeka, dan sudah selama itu juga masalah database kependudukan belum baik...


Perlahan dan pasti masalah database kependudukan akan dapat teratasi asalkan pemerintah serius mulai dari sekarang membuat sebuah sistem terintegrasi secara nasional. Menurut saya KTP Siak yang telah mulai di Implementasikan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Batam dapat menjadi cikal bakal terwujudnya hal itu. sehingga penduduk Indonesia memang benar-benar hanya memiliki satu id atau KTP (kartu tanda penduduk). Namun kenyataannya sekarang, masih ada warga yang memiliki lebih dari satu KTP, karena setiap pindah tempat tinggal membuat KTP baru dengan no. yang berbeda dari sebelumnya sehingga pemerintah tidak akan pernah mengetahui secara pasti berapa sebenarnya jumlah penduduk sekarang ini.

Pemko Batam telah mengimplementasikan KTP Siak, walaupun masih dalam tahap pengembangan dan masih banyak permasalahan seputar implementasi KTP Siak yang harus segera diselesaikan. Saya bermimpi suatu saat Indonesia memiliki database kependudukan yang baik dan Batam, dengan infrastruktur yang sudah dimiliki karena memiliki visi batam digital island dapat menjadi pilot project dimana satu orang penduduk mempunyai 1 id seumur hidup, mulai dari dia lahir sampai meninggal. Id itu dapat diibaratkan sebagai Citizen Serial Number (CSN) atau number seri penduduk. dan No.KTP Siak yang berlaku nasional dapat menjadi cikal bakal CSN.

Dengan adanya CSN, maka setiap orang yang lahir di Indonesia akan memiliki satu CSN yang akan selalu menempel pada dirinya, sehingga pemerintah memiliki track record setiap orang, pernah tinggal dimana saja orang itu dan itu akan menjadi database kependudukan yang akurat yang nantinya akan sangat berguna untuk program atau kegiatan yang membutuhkan database kependudukan. Masalah BLT, DPT, Jaminan Sosial, histori kriminal, histori pendidikan, migrasi penduduk, dll akan dapat teratasi dengan sangat mudah karena semua tercatat dalam 1 serial number yang disebut CSN

Memang tahap awal pengembangan CSN ini membutuhkan investasi yang luar biasa besar, namun jika dibandingkan keuntungan yang diperoleh dengan CSN ini, maka investasi itu tidak akan ada artinya. pemerintah akan lebih mudah mengawasi warganya, efektif dan efisien dalam menangani kegiatan yang membutuhkan database kependudukan seperti BLT, Pemilu, dll. Namun yang perlu dicermati adalah karena CSN ini adalah sebuah sistem yang menggunakan teknologi informasi, keamanan sistem juga harus dijamin sehingga database CSN tidak mudah dirubah-rubah oleh sembarang orang seperti layaknya di Film Barat dimana FBI dengan sangat mudah merubah live history seseorang.

Semoga KTP Siak yang telah berjalan di Batam dapat menjadi cikal bakal CSN atau Citizen Serial Number. dan Batam dengan infrastruktur yang dimiliki dapat mengajukan diri menjadi pilot project dibangunnya sistem SCN ini karena sudah lebih dulu mengikrarkan sebuah misi "Batam Digital Island".
Selengkapnya...

Taxi di Batam adalah Angkot di Daerah Lain

Sarana transportasi adalah salah satu unsur penting yang mendukung aktivitas masyarakat perkotaan. Tanpa sarana transportasi yang baik, roda perekonomian suatu daerah dapat dipastikan tumbuhnya sangat lambat. Setiap daerah di Indonesia memiliki sarana transportasi yang unik satu sama lainnya. Demikian juga halnya di Batam. Terdapat sesuatu yang unik dari salah satu sarana transportasinya yaitu Taxi

Pertama kali menginjakkan kaki di batam di bandara Hang-Nadim, perjalanan ke sekupang menggunakan Taxi. Awalnya sie biasa saja, karena sama dengan daerah lainnya. Namun beberapa hari setelahnya, pada saat ingin membeli sesuatu di daerah Nagoya, saya menunggu Taxi di Halte Sekupang menyetop taxi dan berangkat ke Nagoya, tiba-tiba di tengah jalan sopir taxi tersebut berhenti menaikkan penumpang lain, hal inilah yang menimbulkan pertanyaan, setelah ngobrol dengan sopir taxinya dan dijelaskan saya menjadi mengerti.

Bagi orang yang belum pernah ke Batam, sekedar sharing sedikit taxi di batam ada 3 jenis yaitu pertama, taxi seperti daerah lain,yaitu sopir menaikkan penumpang setelah itu tidak berhak menaikkan penumpang lagi sebelum penumpang pertama sampai di tempat tujuan. Kedua, Taxi angkot yaitu taxi yang berfungsi sebagai layaknya angkot di daerah lain (pulau Jawa)dimana sopir taxi setelah menaikkan penumpang yang pertama, sopir taxi berhak untuk menaikkan penumpang yang kedua dan seterusnya sampe muatannya penuh mungkin maksimal 5-6 orang. Ketiga, Taxi gelap berbeda dengan kedua jenis taxi diatas yang ber plat kuning, sesuai dengan namanya taxi gelap memiliki plat berwarna hitam.

Sebenarnya keberadaan taxi gelap tersebut ilegal, namun banyak pihak yang "jeli" memanfaatkan potensi tersebut. Hal ini sudah sering mendapat tentangan dari asosiasi taxi plat kuning di Batam, namun apa daya pemerintah belum menemukan cara bagaimana caranya menindak keberadaan taxi gelap ini, karena sopir taxi gelap ini gampang menghindar. Saran saya bagi pengguna taxi dan pendatang baru sebaiknya menggunakan taxi resmi yang ber-plat kuning lebih aman.

Selengkapnya...

SIAK Solusi Pengurusan KTP Batam???

Pengurusan KTP batam sulit dan memakan waktu yang lama ya...??? kira-kira seperti itulah yang sering kita dengar dari setiap orang yang sedang mengurus pembuatan baru atau perpanjangan KTPnya. setelah ditanya lebih lanjut, banyak yang berkomentar.. "ihhh lebih enak dulu ya.. ngurus KTP cukup 3 hari"... sama seperti kebanyak orang yang mengurus KTPnya, saya juga memiliki pengalaman serupa tentang masalah tersebut.

Saya melakukan pengurusan KTP sekitar bulan Juli 2008, mengurus di disduk lumayan cepet karena memakan waktu "hanya" 3 hari kerja, tapi kenapa jadi lama ya ketika formulir permohonan itu masuk ke Kecamatan??? saya menunggu sekitar 5 bulan KTP itu siap. tapi ternyata nga berbarengan dengan KK yang saya buat. KK harus menunggu sebulan lagi. cape deh.. sudah 3-4x bolak-balik ke kecamatan. Alasan petugas di kecamatan adalah sistem SIAKnya lagi error, printernya cuma ada satu, keterbatasan SDM, bla..bla..bla...

Itulah sedikit cerita dan pengalaman probadi saya dalam mengurus KTP. Pemko Batam memang tengah mengupayakan sistem SIAK yang sedang dalam tahap pengembangan menjadi solusi masalah pengurusan KTP di Batam. dengan garansi penyelesaian KTP dan KK sekitar 3 minggu. selain itu sistem SIAK itu akan mengurangi penyelewengan yang seringkali terjadi dalam pengurusan KTP karena menggunakan calo. Dengan adanya SIAk diharapkan masalah percaloan dapat teratasi. Tidak hanya itu, SIAK jg diharapkan dapat menyiapkan sistem database kependudukan yang lebih akurat agar perencanaan kedepannya menjadi lebih lancar. dan masalah DPT untuk Pemilu kedepan dapat teratasi.

Kemudahan lain yang diberikan SIAK adalah pemohon dapat mengecek status pembuatan KTPnya sehingga tidak perlu bolak-balik datang ke kantor Kecamatan hanya untuk menanyakan apakah KTPnya sudah siap atau belum. Masalah yang sering muncul saat impelementasi SIAK seperti keterbatasan SDM, Infrastruktur, dll semoga dapat segera diatasi baik dengan melakukan pelatihan kepada operator (SDM) dan kerjasama dengan operator telekomunikasi (infrastruktur) atau jaringan akses SIAK dipercayakan saja kepada operator sehingga Pemerintah tidak perlu lagi melakukan maintenance jaringan.

Semoga dengan semakin baiknya SIAK ini, memang benar-benar akan menjadi solusi dalam pengurusan KTP di Batam.

Selengkapnya...